Minggu, 31 Oktober 2010

SEJARAH LOKAL

Nama : Merlina Agustina Orllanda
Npm : 180310080026
1. Jelaskan pengertian sejarah menurut berbagai versi seperti kamus, buku, dan sebagainya?
- Jawab :
- Menurut Pusposaputro (1982: vii ), “Sejarah adalah pertanggungjawaban masa
silam (Huizinga). Masa silam yang dimaksud ialah lembaran yang telah ditulisi oleh
manusia dengan tindakan-tindakannya. Dalam hal ini tindakan tersebut yang dinamakan
sejarah-sebagai-peristiwa”. (Kartordirdjo, 1982: vii).
- Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, “Sejarah adalah silsilah , asal usul (keturunan),
kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, cerita yang berdasar
pada kejadian yang benar-benar terjadi, pengetahuan atau uraian tentang peristiwa
peristiwa dan kejadian kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau”.
- Sejarah adalah istilah yang berasal dari bahasa arab , “syajarah” yang artinya “pohon”,
dalam hal ini pengvgertian sejarah sama dengan yang ada di Indonesia yakni daftar asal
usul atau keturunan. (Ensiklopedi : 1990)
- Menurut buku “Pengantar Ilmu Sejarah”, Kuntowijoyo. Pengertian sejarah secara
terdiri atas dua, yaitu :
1. Pengertian secara negatif : sejarah itu bukan mitos, sejarah bukan filsafat, sejarah itu bukan ilmu,sejarah bukan sastra
2. Pengertian sejarah secara positif : sejarah merupakan ilmu tentang manusia, sejarah ialah ilmu tentang waktu, sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial, sejarah ialah ilmu tentang sesuatu tertentu, satu satunya, dan terinci. Jadi defenisi sejarah ialah rekonstruksi masa lalu.
- Sejarah selalu berbicara tentang peristiwa yang benar-benar pernah terjadi dan menempatkan manusia sebagai actor sentralnya. (Dienaputra, 2006: 2).
- Menurut Taufik Abdullah didalam buku yang berjudul “ Ilmu Sejarah dan Historiografi; Arah dan Perspektif, “Sejarah ialah proses penghamparan dari cita kemanusiaan yang tertinggi, demikian kira-kira kata seorang filosof”.

2 Jelaskan defenisi sejarah menurut ilmu sejarah?
Sejarah merupakan ilmu yang mandiri. Artinya sejarah itu mempunyai filsafat sendiri, masalah sendiri, dan penjelasan sendiri. Dibawah ini merupakan hakikat penjelasan sejarah sebagai bagian dari ilmu antara lain:
SEJARAH : menafsirkan, memahami, mengerti. Kekhasan sejarah sebagai ilmu menurut Wilhem Dilthey (1833-1911) terbagi atas 2, yaitu ilmu tentang dunia luar (naturwissenschaften/ ilmu alam) dan ilmu kemanusiaan atau geisteswissenschaften (humanities, cultural sciences). Dalam sejarah sebagai ilmu mengenai kemanusiaan, maka akan melakukan pendekatan dengan hermeutika (tafsir, interpretasi) ialah memahami “inner context”. Sehingga Dilthey akhirnya menerapkan metode yang khusus diajukan guna mendekati sejarah (Verstehen/ pengalaman “dalam” menembus jiwa dan seluruh pengalaman kemanusiaan). Sehingga dengan adanya verstehen dapat mempermudah pemahaman makna yang ada didalam sejarah “ mengerti subjective mind dari pelaku sejarah”. Dari penjelasan ini, maka kekhasan sejarah sebagai ilmu terletak karena adanya pendekatan yang khusus untuk menerangkan gejala sejarah (peristiwa, tokoh, perbuatan, pikiran, dan perkataan). (Kuntowijoyo. 2008: 1-4). Selain itu sejarah sebagai ilmu yang mampu memberi eksplanasi tentang peran manusia diatas panggung kehidupan. (Dienaputra, 2006: 2). Untuk melaksanakan eksplanasinya, maka sejarah memiliki metode. Menurut Gottschalk tahapan analisis disebut metode sejarah. (Herlina, 2008: 3). Metode sejarah merupakan proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peristiwa masa lampau. (Herlina, 2008: 2). Keberadaan metode ini ditujukan untuk mengetahui keberadaan fakta didalam sejarah. Fakta merupakan bahan mentah bagi sejarah. (Gottschalk. 1975: 6). Fakta bisa diperoleh melalui sumber berupa data atau dokumen. Untuk memperoleh fakta sejarah diperlukan adanya koroborasi (pendukungan) suatu data dari suatu sumber sejarah dengan sumber lain (dua atau lebih). (Herlina, 2008: 34). Hal serupa juga didukung dengan adanya ungkapkan oleh Charles-Victor Langlois dan Charles Seignobos dari Universitas Sorbornne, Paris, mengatakan bahwa, “The historian work with documents….There is no substitute for documents: no documents, no history”. (Dienaputra, 2006: 6). Sehingga kepercayaan tidaklah sama sekali asing bagi sejarah. (Gottschalk. 1975: 6). Dari situ kita bisa melihat bahwa sejarah itu memanjang dalam waktu dan terbatas dalam ruang, sehingga defenisi sejarah yang dapat kita peroleh dari ilmu sejarah akan menempatkan pengertian sejarah yang bersifat objektif (sejarah sebagai peristiwa atau realitas sejarah yang benar-benar terjadi) dan subjektif ( “sejarah dari sejarah” artinya sebagai perkembangan dari penulisan sejarah). (Herlina, 2009: 9-10). Dari penjelasan diatas sejarah sebagai bagian dari ilmu tentunya tidak akan lepas dari adanya metode kritis yang berfungsi untuk mempertahankan sejarah sebagai disiplin ilmu. Adapun metode tersebut merupakan wujud dari adanya tiga ledakan seperti metode kritik teks “On Diplomatic” oleh Jean Mabillon (kritik eksternal), gagasan Ranke berupa penulisan sejarah sebagai mana peristiwanya terjadi (kritik internal), dan keberadaan socio-scientific approach yang pada awal abad 20 muncul lewat peranan Mahzab Annales dari Perancis. (Herlina, 2009: 159).
 Kesimpulannya : sejarah berkaitan dengan ruang dan waktu, dimana terdapat peran manusia didalamnya, sejarah itu sifatnya diakronis, sebagai disiplin ilmu tentunya memiliki metode kritis untuk bisa mendukung hasil dari penulisan sejarah, selain itu sejarah perlu melakukan pendekatan dengan ilmu sosial lainnya.hal ini sependapat dengan Kuntowijoyo dalam pengertian sejarah secara positif : Pengertian sejarah secara positif : sejarah merupakan ilmu tentang manusia, sejarah ialah ilmu tentang waktu, sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial, sejarah ialah ilmu tentang sesuatu tertentu, satu satunya, dan terinci. Jadi defenisi sejarah ialah rekonstruksi masa lalu

3 Jelaskan defenisi lokal?
- Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Lokal adalah ruang yang luas, terjadi disuatu tempat saja, setempat, disuatu tempat,
- Lokal merupakan suatu tempat yang merupakan unit bagian
- Lokal juga bisa dikatakan sebagai bagian dari suatu wilayah yang lebih khusus
- Lokal merupakan tempat, suatu tempat, atau ruangan wilayah yang didalamnya bisa ditemukan kelompok masyarakat (bisa petani dan sebagainya), lembaga sosial, kultural,ekonomi, politik, dan religius.
- Lokal merupakan tempat, suatu tempat, ruangan, biasanya diartikan dengan keadaan yang sifatnya tradisional

4 Setelah melihat pengertian sejarah danf lokal. Menurut anda sebutkan pengertian sejarah lokal ?
Berdasarkan hasil dari beberapa pengertian diatas mengenai sejarah dan lokal, Maka saya berpendapat bahwa sejarah lokal merupakan suatu peristiwa yang benar-benar terjadi dalam ruang dan waktu dengan meletakan manusia sebagai pelaku sejarah yang berada pada bagian wilayah tertentu, dimana didalam peristiwa yang terdapat pada sejarah lokal akan disertai oleh adanya berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, religius, dan sebagainya . atau dengan pengertian lain sejarah lokal ialah peristiwa sejarah yang terjadi terdapat disuatu tempat yang lebih khusus atau pada unit daerah tertentu atau batasan tertentu (sejarahnya khusus, lebih mengerucut, dan ruang lingkupnya lebih kecil atau tidak meluas). Menurut saya sejarah lokal bisa berfungsi sebagai objek apabila ingin membuat sejarah nasional (sejarah lokal dapat berpartisipasi sebagai bagian dari sejarah nasional, dalam hal ini karena penulisan sejarah nasional melakukan pengumpulan fakta pola dan unit), akan tetapi tidak semua sejarah nasional adalah sejarah lokal. Contoh untuk memahami sejarah lokal bisa kita lihat pada sejarah bangsa Indonesia dalam penjajahan VOC. Dari hal tersebut bukan kebijakan kolonial yang menjadi perhatian, akan tetapi kehidupan rakyat dan pertentangan yang terjadi antara rakyat dengan adanya kebijakan kolonial. (Kartordirdjo, 1982: 35).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar