Sabtu, 24 Juli 2010

ALASAN SAYA MEMPERTEGUH ISLAM

Nama : Merlina Agustina Orllanda
Jurusan : Ilmu Sejarah
Npm : 180310080026
ALLAH TUHANKU, MUHAMMAD RASULKU, ALQURAN PEDOMAN HIDUPKU, ISLAM AGAMAKU DAN SHALAT TIANG AGAMAKU
Suatu pertanyaan mendasar saat seseorang dihadapkan untuk memberi jawaban atas agama yang diyakininya. Hal ini karena agama merupakan konsepsi dalam kehidupan manusia. Dimana konsep tersebutlah yang dijadikan pedoman manusia untuk menjalani kehidupan. Begitu juga dengan agama islam, saat saya terlahir dari rahim ibu saya dan menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Maka dari situlah awal perjalanan kehidupan saya dan setiap tindakan yang saya lakukan didasari atas dasar kehidupan islam.
Adanya kelahiran saya dimuka bumi ini merupakan bagian dari perjalanan islam yang saya yakini sebelum saya terlahir dan menjalani kehidupan dunia. Maka sebelumnya saya telah melewati kehidupan di alam ruh dan kemudian harinya saya juga percaya, bahwa saya akan melalui kehidupan di alam barzah dan alam akherat. Pada awalnya agama yang saya jadikan kepercayaan ini merupakan bawaan saya sejak lahir. Dimana ayah dan ibu saya merupakan umat yang terlahir dalam kehidupan di lingkungan muslim. Sehingga saat saya diutus untuk menjalani hidup didunia yang fana ini maka saya pun berkeyakinan sama seperti kedua orang tua saya.
Manusia sebagai mahluk hidup secara biologisnya adalah mahluk yang memiliki organ-organ tubuh yang mendukung manusia itu untuk melaksanakan kehidupan jasmaninya. Selain itu manusia juga memiliki naluri serta pola pemikiran yang dari hari ke hari tentunya akan melewati proses. Sehingga dari proses tersebutlah kemudian manusia akan mengalami perkembangan pada pola berfikirnya. Dari adanya kedua aspek tersebut tentunya menuntut manusia untuk menjalani kehidupan agar lebih maju.
Saat manusia itu mulai menjalani hidup dan menjadi orang dewasa maka naluri dalam hidupnya akan berjalan. sama halnya dengan kehidupan saya secara pribadi. Dengan adanya islam maka naluri yang ada dalam diri saya menuntut saya untuk itu memikirkan mengenai keberadaan Allah. Fenomena ini telah menunjukan bahwa saya menyakini islam dengan sepenuh hati. Sehingga keadaan ini mempertegas kedudukan saya sebagai seorang muslim yang memeluk Islam karena keyakinan dalam diri saya merupakan kekuatan naluri beragama yang jadi pondasi dalam menjalani kehidupan fana ini.
Situasi ini diperkuat oleh pengalaman hidup yang telah saya lewati mulai saya lahir sampai diusia 19 tahun saat ini. Adapun hal ini bisa terlihat dari kehidupan saya sejak kecil yang saat mengenal islam diawali dengan hal-hal seperti belajar mengaji, solat, syahadat, puasa, sedekah, zakat yang memang telah diperkenalkan oleh orangtua dan lingkungan saya. Sehingga akal yang saya miliki mulai memikirkan akan hal yang ada disekitar saya, sehingga timbul pertanyaan dalam diri saya seperti : bagaimana saya diciptakan dan bagaimana saya bisa melihat dan mendengar. Semua itu ada di dalam benak saya dan dari Semua pertanyaan menuntut saya penasaran dan ingin tahu jawabannya.
Saat ini saya sudah menjadi mahasiswa yang mengenyam pendidikan ditingkat universitas, dan akhirnya saya mengerti bahwa agama yang saat ini saya percayai sudah kokoh di dalam diri saya, karena sepanjang perjalanan hidup saya sudah banyak hal yang saya pelajari dari islam. Dengan menjalani kehidupan beragama islam maka saya akhirnya mengerti bahwa Allah SWT adalah Dzat Pencipta dan keberadaan saya sebagai umat islam merupakan posisi yang membuat saya sadar bahwa saya hidup untuk bertakwa dan beriman kepadaNya. Hal ini juga didukung oleh keberadaan Alqur’an Al-Karimdan As Sunnah yang berperan sebagai sumber aturan di dalam agama islam. Dimana kebenaran yang bersumber dari Alqur’an merupakan peristiwa yang tidak dapat diragukan.
Artinya di dalam isi Alqur’an merupakan kebenaran dari peristiwa yang benar-benar terjadi baik itu pada masa sebelumnya maupun masa berikutnya. Adapun contoh peristiwa yang akan terjadi kelak adalah keberadaan zaman akhir dan kedatangan imam Al mahdi mendatang dan saya menyakininya karena saya percaya adanya rukun iman. Sedangkan peristiwa yang sudah terjadi seperti gerhana bulan dan matahari yang berturut-turut pada tanggal 17 Juli (gerhana bulan) dan 31 Juli (gerhana matahari) di tahun 1981 (1401 Hijriah) dan 17 Juli dan 16 Agustus dan 20 Juli 982 (1402 Hijriah), adanya pertumpahan darah di Ka’bah pada tanggal 21 November 1979 dan 20 Agustus 1987 yang menewaskan 402 orang, perang Iran dan Kuwait pada awal 1990an, pembantaian dan pembunuhan serta adanya aksi terorisme seperti yang terjadi saat ini dan Semuanya telah tercantum di dalam Alquran.
Fakta-fakta ini semakin memperkuat keyakinan diri saya terhadap islam dan sama sekali tidak ada keraguan yang berasal dari hati saya terhadap islam. Islam sebagai agama samawi agama yang langsung dari Allah. Islam agama yang mengiringi saya sebelum saya lahir hingga menjalani kehidupan. Islam merupakan pedoman hidup saya dan penghubung antara saya dengan Pencipta yaitu Allah SWT. Dengan mengucap kalimat Syahadat, maka akhirnya saya mendapat jawaban mengapa saya hingga sekarang memeluk agama islam. Hal ini karena tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Itulah yang ada dalam sudut pandang saya dan hati kecil saya yang paling dalam karena naluri yang ada dalam diri saya mendorong saya untuk mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Dengan islam akhirnya saya dapat menjalankan kewajiban dan menunjukan keimanan saya terhadap Allah SWT dan InsyaAllah akan mendapat keridhoan dariNya. Amiennnn…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar