Sabtu, 24 Juli 2010

DAMPAK PERANG DUNIA DUA TERHADAP BERKEMBANGNYA PELACURAN DI FILIFINA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perang Dunia merupakan peperangan dan konflik yang melibatkan banyak negara di dunia. Dari adanya Perang Dunia banyak sekali kerugian yang diderita oleh negara yang terlibat perang maupun negara lain yang tidak terlibat. Dampak dari adanya perang meliputi kerugian dibidang materil maupun korban nyawa. Banyak sekali orang yang tewas, luka, bahkan cacat akibat terjadinya peristiwa ini. Pada materi kali ini kajian penulis akan lebih ditujukan pada Perang Dunia II (1939-1945) serta dampak yang ditimbulkan khususnya terhadap negara di Asia Tenggara. adapun latar belakang yang menimbulkan kembalinya perang ini karena kegagalan dari gabungan bangsa-bangsa dalam mewujudkan perdamaian.
Faktor lain yang mendorong perang ini juga disebabkan oleh adanya perlombaan persenjataan antarnegara di dunia. Selain itu faktor ekonomi dan politik (politik aliansi yang ketika itu terdapat tiga blok besar pada saat itu seperti Blok Perancis (Blok demokrasi), Blok Jerman (Blok fasis) dan Blok Rusia (Blok Komunis). (Soebantardjo:1953:200). Selain dari alasan diatas maka Perang Dunia ini juga dilatarbelakangi oleh sebab khusus dominasi berkelanjutan Negara Jerman (penyerangan Polandia pada tanggal 1 September 1939). Dari adanya alasan tersebut maka berkobarlah Perang Dunia II.
Pada Perang Dunia II Jepang merupakan Negara Asia yang menunjukan Eksistensinya. Hal ini dibuktikan dengan penyerangannya ke Pearl Harbour (7 Desember 1914). Dengan demikian maka Malaya, Singapura, Indonesia dan Filipina jatuh ke tangan Jepang. Ketika itu Jepang juga mengancam posisi Australia (1942). Selain itu daerah Asia Tenggara seperti Tiongkok, Indo-China juga diduduki oleh Jepang bahkan Negara penyangga seperti Thailand juga ikut mengadakan perjanjian dengan Jepang. (Soebantardjo:1953:203).
Uraian diatas merupakan gambaran dari Perang Dunia II yang menggambarkan kekuatan serta peran Negara Asia seperti Jepang. Walau demikian pada peristiwa tersebut Jepang akhirnya mengalami kekalahan, hal inilah yang kemudian menjadi faktor pendorong lahirnya nasionalisme Negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia (17 Agustus 1945) dan Filipina (4 Juli 1946). (Soebantardjo:1953:203).
Penjelasan pada paragrap diatas sangatlah menarik untuk dikaji lebih lanjut apalagi mengenai Negara Filipina. Filipina bisa dikatakan sebagai Negara yang paling cepat mencapai progresif dalam perkembangannya di Asia. Adapun langkah yang dilakukan oleh Negara bekas jajahan Spanyol ini dalam mengatasi masalah negaranya dan Asia ialah dengan melakukan berbagai cara seperti mengadopsi perpaduan tiga sistem yang berasal dari Asia, Eropa dan Amerika. Dengan pola diatas maka Filipina dapat mencapai kemajuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya. (Romulo,Carlos P ;243).
Demikian pula dengan adanya Perang Dunia II yang ikut berperan dalam kemajuan Negara Joze Rizal ini. Apabila bicara kemajuan maka pada dasarnya Negara Filipina tidak pernah lepas dari peran wanita contohnya saja Ny. Corazon Aquino yang resmi dilantik menjadi presiden Filipina pada 25 Februari 1986. (Mangandaralam, Syahbuudin:1987:46). Dengan demikian maka Wanita Filipina merupakan bagian yang tidak boleh dilepaskan dari sejarah Filipina dan tentunya keberadaan peran wanita ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan Negara tersebut. Adanya fenomena perkembangan Wanita Filipina sesudah Perang Dunia II merupakan salah satu keadaan yang harus dibahas lebih lanjut. Apalagi perkembangan Wanita Filipina saat itu sudah merambah kedunia kerja, bahkan dunia malam sekaligus.
Penjelasan pada gabungan paragrap diatas cukup untuk dijadikan sebagai alasan yang melatarbelakangi penulis melakukan kajian terhadap materi yang berjudul “Dampak Perang Dunia II Terhadap Lahirnya Kebebasan Wanita Filipina Di Bidang Kerja Khususnya Dunia Malam”. Untuk mengetahui lebih lanjut sebab, proses serta dampaknya maka akan lebih baik apabila diuraikan pada pembahasan.

1.2 Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah maka materi yang dikaji akan difokuskan pada pembahasan mengenai aspek berikut :
1. Merumuskan dampak Perang Dunia II terhadap lahirnya kebebasan Wanita Filipina
2. Merumuskan perkembangan Wanita Filipina pada dunia kerja khususnya dunia malam
3. Merumuskan dampak perkembangan diatas dalam citra Wanita Filipina

1.3 Tujuan
Pada pembuatan makalah ini, penulis memiliki maksud dan tujuan untuk menjawab rumusan masalah diatas yang akan dikemukakan pada subbab. Adapun ruang lingkup pembahasan mencakup hal dibawah ini :
1. Untuk menjelaskan lahirnya kebebasan Wanita Filipina
2. Untuk menjelaskan proses perkembangan Wanita Filipina pada dunia malam
3. Untuk menjelaskan citra yang dilekatkan terhadap Wanita Filipina




BAB II
PEMBAHASAN

DAMPAK PERANG DUNIA II TERHADAP LAHIRNYA KEBEBASAN WANITA FILIPINA

2.1 Dampak Terhadap Kaum Wanita Filipina
Adanya perang dunia tentunya akan melahirkan dampak yang amat besar bagi seluruh aspek kehidupan yang ada. Adapun dampak tersebut tentunya akan dirasakan oleh negara lain diseluruh dunia walaupun negara tersebut tidak terlibat dalam peperangan. Salah satu contoh dari dampak perang dunia khususnya Perang Dunia II (1939-1945) akan terlihat pada aspek lapangan sosial. (Soebantardjo:1953:169).
Dengan demikian maka salah satu dampak pada kehidupan sosial saat itu adalah lahirnya emansipasi wanita. (Soebantardjo:1953:169). Hal ini disebabkan oleh adanya masa ketika perang menuntut kebanyakan kaum wanita saat itu untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menjadi serdadu di medan tempur. (Soebantardjo:1953:203). Keadaan seperti inilah yang semakin membuat jati diri wanita diseluruh dunia menjadi semakin kuat. Bahkan hampir seluruh wanita di setiap negara didunia mulai bermunculan ke permukaan untuk mengawali eksistensinya dalam menjalani kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara dibumi ini.
Salah satu bentuk wujud dari bermunculannya wanita dalam panggung kehidupan dunia terlihat pada fenomena lahirnya kebebasan Wanita Filipina setelah Perang Dunia II. . (Mangandaralam, Syahbudin:1987:54). Hal ini merupakan suatu fenomena yang menarik saat itu mengingat bahwa Filipina adalah Negara Asia yang paling maju setelah Perang Dunia II. (Wikipedia). Hal tersebut karena sesudah perang dunia kedua negara Filipina sudah mempunyai pendapatan per kapita yang lebih tinggi daripada kebanyakan negara ASEAN lainnya.(Sadli:2006). Dengan demikian adanya perbaikan ekonomi dan kehidupan sosial di Filipina pasca perang ini akhirnya ikut mendorong kebanyakan Wanita Filipina untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dalam menata kehidupannya.
Adanya anggapan untuk menjadikan kehidupan lebih baik setelah terhentinya perang yang menghancurkan dunia merupakan langkah awal Wanita Filipina untuk mengangkat harkat dan martabatnya. Keadaan ini dapat disebut sebagai masa kebangkitan Wanita Filipina untuk menjadi sejajar atau bisa lebih naik derajatnya dibandingkan laki-laki pada umumnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa perang telah membawa perubahan yang amat drastis terhadap pola hidup sosial masyarakat Filipina khususnya pada wanita.
Contoh konkret pada kemajuan Wanita Filipina bisa kita lihat pada dua tokoh wanita yang tentunya sudah sangat dikenal oleh rakyat Filipina seperti sosok Imelda Marcos (seorang ibu Negara atau mantan isteri presiden Ferdinad Marcos) yang berani untuk terjun dalam masalah sosial di Negaranya. (Seargave,Sterling:1996:235). Kita bisa lihat strategi politik yang dimiliki oleh Imelda yang mulai diwujudkan nya dalam bentuk kegiatan sosial seperti pembangunan pusat kebudayaan, kegiatan sponsor penghijauan, kebersihan jalan Filipina dan penyelenggaraan kontes Miss Universe serta, pertandingan tinju profesional yang saat itu menemukan Joe Frazier dan Mohammad Ali. (Seargave,Sterling:1996:235). Semua tindakan yang telah dilakukan oleh Imelda merupakan salah satu contoh dari adanya emansipasi Wanita Filipina. Keadaan ini menunjukan bahwa Wanita Filipina sudah mulai berani melakukan trobosan baru yang sebelumnya belum pernah ada.
FTO IMELDA
Tokoh selanjutnya setelah Imelda adalah tokoh yang membuat kita akan merasa biasa saja apabila sudah mendengar nama Ny. Corazon Aquino. Hal ini karena tokoh Wanita Filipina yang satu ini merupakan wakil dari seluruh Wanita Filipina lain nya. Ny. Corazon Aquino dapat dikatakan sebagai lambang kekuatan Wanita Filipina. Perannya sebagai seorang Wanita Filipina yang berhasil dilantik sebagai Presiden Filipina pada 25 Februari 1986 merupakan contoh nyata yang menggambarkan bahwa Wanita Filipina sudah memiliki kemajuan dalam dunia politik dan pemerintahan. Dengan demikian Perang Dunia II dapat dikatakan telah memberi peran yang tanpa disadari mampu mengangkat Wanita Filipina.
FOTO CORY
Adanya uraian pada paragrap diatas merupakan penjelasan yang mewujudkan bahwa Perang Dunia II telah mampu memberi dampak yang bersifat progres terhadap kehidupan sosial di Filipina khususnya pada zona kehidupan perempuan. Namun demikian tidak dipungkiri bahwa dari adanya sisi positif pasti menyisakan sisi negatif.
Hal yang dimaksud bahwa Perang Dunia II dapat dikatakan sebagai penyebab lahirnya julukan yang sering dilekatkan kepada Negara yang pernah dijajah bangsa Spanyol (1521-1899) tersebut. Adapun julukan yang dimaksud adalah “the sick man of Asia”, hal ini karena kehidupan yang terjadi di Filipina telah mewakili dari adanya fenomena akar penyakit pada struktur sosialnya.
Apabila dijelaskan dengan contoh konkretnya penyakit sosial yang dimaksud bisa kita lihat pada keberadaan sejumlah anak-anak Filipina, baik laki-laki maupun perempuan yang sejak masa kepemimpinan Marcos telah melakukan oral sex dengan jasa 1 dolar. Adapun kegiatan ini lebih diutamakan untuk homoseksual. (merupakan hasil pengamatan seorang novelis : P.F Kluge). (Seargave,Sterling:1996:2). Fenomena tersebut bahkan melahirkan julukan yang membuat Filipina disebut sebagai “America’s Fellatrix”. Hal ini juga didukung oleh keberadaan hotel-hotel turis yang berada disepanjang distrik depan kedutaan Amerika.


Gambar Perhotelan Di Filipina

Sumber : www.google. Perhotelan di Filipina
Kenyataan ini merupakan wujud dari adanya pola hidup yang menyimpang dan tentunya menjadi masalah untuk negara yang merdeka pada 4 Juli 1946 ini. Selain itu apabila kita kembali untuk menatap pada Wanita Filipina tentunya kita akan mengetahui keadaan bahwa tidak semua Wanita Filipina mampu menjadi seperti sosok Ny. Corazon Aquino yang membanggakan. Akan tetapi justru sebaliknya kebanyakan Wanita Filipina yang Pada umumnya gadis Filipina telah menyalahkan arti kebebasan emansipasi pasca Perang Dunia II. Hal ini terlihat dari adanya kenyataan bahwa kebanyakan Wanita Filipina yang mulai berani untuk keluar rumah. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu bebas melakukan kencan hingga larut malam dengan siapa saja. Dikota Manila bahkan disediakan panti pijat dengan pekerja gadis-gadis muda yang cantik. (Mangandaralam, Syahbuudin:1987:54). Hal ini merupakan kenyataan yang ada, merupakan cikal bakal yang ditimbulkan karena adanya kemajuan wanita pasca Perang yang sebelumnya sangat menunjukan eksistensi wanita, dan sekarang adanya eksistensi tersebut justru lebih ditunjukan pada hal yang berlawanan arah dengan norma kehidupan semestinya apalagi untuk wanita.
KEHIDUPAN MALAM FILIPINA




2.2 Terciptanya Kebebasan Wanita Filipina
Masa keemasan Wanita Filipina adalah masa yang mampu mengangkat nama Wanita Filipina. Seharusnya keadaan seperti itu patutlah untuk disyukuri, namun tidak demikian pada kenyataannya di Filipina. Hal ini karena masa keemasan yang diperuntukan tidak dijalankan sesuai fungsi dan tempatnya.
Adanya perkembangan dan kemajuan dunia tentunya akan melahirkan berbagai perubahan. Hal inilah yang terjadi didalam dunia kerja. Wanita sudah mulai mengalami euforia dalam mengahadapi kehidupan ini. Adapun keadaan ini juga dituntut oleh terciptanya berbagai lapangan pekerjaan yang menawarkan sejuta mimpi-mimpi yang ingin dikejar kebanyakan wanita pada umumnya.
Dengan demikian maka Wanita Filipina tidak dapat disalahkan secara seratus persen. Terciptanya kebebasan Wanita Filipina ini juga didukung oleh adanya Kemiskinan di Filipina setelah kejayaan yang hanya dimilikinya sekejap sesudah Perang Dunia II. Bahkan kemiskinan ini sangat terlihat dipedesaan. Adanya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi ini yang melahirkan sejumlah gerakan komunis untuk memberontak sejak 1947. Hal ini bahkan didukung pula oleh keadaan politik di Filipina yang selalu dihiasi dengan kesenjangan dan praktek korupsi. Sehingga wajar saja kalau kebanyakan pekerja Wanita Filipina sudah banyak yang menggarap pekerjaan terampil macam sekretaris, tenaga administratif, perawat, tenaga penjual, juru masak (chef), buruh, dan lain-lain sejenisnya.






Salah Satu Kegiatan Ekonomi Filipina

Sumber :www.google.kehidupan ekonomi Filipina

Kehidupan yang lekat dengan Filipina diatas akhirnya mendorong kebanyakan gadis Filipina yang terutama dari desa untuk mengadu nasib diperkotaan. Dimana umumnya gadis desa dari Filipina sangatlah memegang adat istiadat, namun hal tersebut berubah ketika mereka sudah berada diperkotaan. Kenyataan ini merupakan fenomena dari adanya keadaan yang harus memaksa gadis-gadis ini untuk belajar mengambil keputusan. Dengan adanya keadaan seperti inilah yang kemudian mendorong lahirnya kebebasan yang justru menjadi diluar batas.
GADIS FILIPINA







BAB III
PROSES PERKEMBANGAN WANITA FILIPINA PADA DUNIA KERJA (DUNIA MALAM ATAU DUNIA HIBURAN)
Adanya fenomena Wanita Filipina yang makin banyak diluar rumah tidak hanya pada siang hari, justru pada malam hari telah menunjukan perbandingan yang lebih dari pada keadaan disiang hari membuat lahirnya berbagai sudut pandang. Pada awalnya kebanyakan orang beranggapan bahwa angka kelahiran di Filipina antara laki-laki dan perempuan akan bernilai 1: 3. Hal ini menjadikan lebih menerima saja keadaan tersebut sebagai sesuatu yang alami terjadi. Namun kenyataannya bukanlah demikian. Hal ini karena di Negara Filipina wanita memang memiliki kebebasan untuk keluar rumah kapan saja bahkan keluar Negara. Ini merupakan bagian dari dampak yang disebabkan oleh keberadaan Perang Dunia II.
Tidak selamanya Perang Dunia II disalahkan sebagai penyebab dari rentetan berbagai perkembangan Wanita Filipina. Akan tetapi kenyataannya bahwa suatu akibat pasti ada sebab. Adanya kejadian yang sudah pernah terjadi justru mampu melahirkan proses yang berkelanjutan.
Adapun proses yang dimaksud adalah keadaan dimana mulai bermunculnya bahkan berkembangnya kondisi Wanita Filipina yang menghiasi kehidupan pada dunia kerja umumnya. Selain itu suatu fenomena yang amat menarik untuk ditelaah dimana berjalannya suatu proses yang membuat berkembangnya Wanita Filipina pada dunia kerja malam atau dunia hiburan.
Adanya pernyataan pers internasional yang pernah menyatakan bahwa kebanyakan wanita muda Filipina ditemukan di Tokyo, Bangkok, Hongkong, Singapura, Timur Tengah dan Jakarta. Pada umumnya mereka bekerja sebagai Pramugari, pelayan rumah tangga atau wanita hiburan di bar. (Mangandaralam, Syahbuudin:1987:55). Dari pendapat tersebut maka kalimat terakhir sangatlah menjelaskan bahwa Wanita Filipina telah melakukan proses perkembangan dunia malam. Suatu hal yang dapat dikatakan perkembangan karena fenomena ini berlanjut bahkan sampai kenegeri orang lain.
Kemewahan Kota Manila Yang Menyimpan Cerita Wanita Filipina

Sumber :www.Agoda.web.id/asia/philipines/anila/attr..
Pada umumnya telah diketahui bahwa tidak semua Wanita Filipina yang mengalami proses kerja dengan konotasi negatif diatas. Banyak pula Wanita Filipina yang bekerja diluar negeri sebagai tenaga kerja yang sukses dinegeri orang. Keadaan ini bahkan pernah dikemukakan berbagai artikel yang merujuk bahwa perrnah terjadi sebanyak 200.000 tenaga kerja terlatih Filipina mengirim pulang US$18 miliar (sekitar Rp 180 triliun) per tahun ke kampung halaman mereka.
Wujud diatas merupakan salah satu nilai plus yang dimiliki oleh Wanita Filipina sebagai kaum yang kuat bahkan mampu bertahan dinegeri orang. Namun demikian dalam proses perkembangan Wanita Filipina pada dunia kerja tidak sedikit yang membawa pulang sejumlah pengaduan seperti soal pendapatan yang lebih rendah, tenaga kerja kasar lebih mudah terpapar pada perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi oleh majikan mereka. Hal tersebut tentunya merupakan keadaan yang tidak dapat secara pasti ditentukan.
Kembali pada perkembangan didunia malam, tidak sedikit Wanita Filipina yang sering bermasalah dinegeri yang ditujunya. Keadaan Wanita Filipina yang cantik dengan sifat hangat membuat mereka memiliki daya tarik. (Mangandaralam, Syahbuudin:1987:54). Bahkan maraknya gadis Filipina yang bekerja di panti pijat Dikota Manila merupakan wujud dari kenyataan yang menggambarkan bahwa kebebasan wanita Filipina telah melewati proses. Proses yang mengarahkan bahwa Wanita Filipina telah berperan sebagai Wanita yang bebas.




















BAB IV
PENCITRAAN TERHADAP WANITA FILIPINA YANG DILEKATKAN PADA SISI KEHIDUPAN DI DUNIA MALAM
Adanya pandangan mengenai Wanita Filipina sebagai wanita yang bebas tentunya membuat lahirnya pencitraan terhadap Wanita Filipina lain secara keseluruhan. Keadaan ini justru akan merambat ke penilaian terhadap Negara. Apabila hal sudah demikian maka Negara Filipina dihadapkan pada suatu masalah dimana nama baik dari Republika ng Philipina ini akan terpupus.
Pada umumya tidak semua wanita Filipina bersifat seperti yang diuraikan pada paragrap-paragrap diatas. Namun memang benar kalau kebebasan itu muncul sejak berakhirnya Perang Dunia II. Namun kebebasan yang diharapkan bukanlah kebebasan yang mengarah pada sisi yang memberikan kesan negatif. Hal ini karena masih bisa kita rasakan adanya wujud wanita Filipina Selatan yang masih memegang tradisi moral dengan kuat masih dapat untuk dijadikan suatu hal yang mampu menjunjung nama Wanita Filipina sebagai Wanita Asia umumnya.
Walaupun masih tertanam nilai budaya asli yang dijunjung oleh Wanita Filipina tetap saja tidak dapat menghapus pencitraan buruk yang sudah menjadi anggapan kebanyakan orang selama ini. Hal ini bahkan didukung oleh keberadaan banyaknya wanita muda Filipina yang ditemukan di Tokyo, Bangkok, Hongkong, Singapura, Timur Tengah dan Jakarta. Walaupun tidak semuanya berada pada pekerjaan yang bervariasi namun keberadaan Wanita Filipina yang berkerja sebagai wanita hiburan di bar justru menimbulkan masalah bagi Negara Filipina sendiri.
Keadaan diatas akhirnya mendorong Wanita Filipina yang tidak ingin ada pencitraan buruk terhadap atas nama wanita dan Negara Filipina membuat suatu organisasi. Adapun program kerja dari organisasi yang dimaksud adalah advokasi yang berisi wanita tuntutan agar pengiriman pekerja wanita dengan pendidikan rendah dihentikan agar tidak merusak nama baik Wanita Filipina. Dengan demikian permasalahan ini dianggap sebagai suatu problem yang belum dapat diatasi Negara Filipina secara seratus persen. Pencitraan negatif itu akan selalu ada apabila fenomena kebebasan wanita malam Filipina masih terlihat di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.















SIMPULAN
Perang Dunia II merupakan peristiwa yang telah berlalu (1939-1945), namun demikian adanya dampak dari perang merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri. Khusus pada kehidupan sosial di Filipina perang dunia menyisakan suatu peninggalan yang menggambarkan adanya pola kesenjangan yang menjadi masalah bagi Negara Filipina.
Adapun masalah yang terjadi mengenai kemajuan dan perkembangan Negara Filipina pasca Perang Dunia II justru menimbulkan adanya kebebasan Wanita Filipina yang tiada batas. Keberadaan Wanita Filipina yang merasa bebas dalam menjalankan kehidupan justru menyalahgunakan keadaan ini.
Hal ini terlihat dari banyaknya Wanita Filipina yang ditemukan sebagai wanita malam atau wanita hiburan bahkan dip anti pijat. Kebanyakan wanita ini berasal dari seorang gadis desa yang dipenuhi oleh tuntutan ekonomi. Keadaan ini menjadi masalah yang makin menyulitkan pemerintah Filipina karena peran yang menunjukan eksistensi kebebasan Wanita Filipina ini justru berlangsung pula keluar Negara seperti Tokyo, Bangkok, Hongkong, Singapura, Timur Tengah dan Jakarta.
Kondisi moril yang hampir degradasi ini hadir lewat wujud Wanita Filipina ini akhirnya mendorong wanita Filipina lain yang masih memegang adat tradisi untuk melakukan aksi. Dimana aksi berupa berdirinya organisasi yang bertujuan untuk mendesak pemerintah Filipina untuk melakukan pembatasan terhadap tenaga Wanita Filipina yang keluar negeri. Hal ini ditujukan untuk menghapus adanya pencitraan buruk yang selama ini pernah ada.


DAFTAR SUMBER
Sumber Pustaka
Anderson, Benedict.2002. Hantu Komparasi.
Yogyakarta :Qalam
Grolier International. Negara dan Bangsa.
Jakarta :Widyadara
Mangandaralam, Syahbudin.1988. Mengenal Dari Dekat Filipina (Tanah Air Patriot Pujangga Jose Rizal).
Bandung : Remaja Karya CV
Seargrave, Sterling.1988. Dinasti Marcos (Korupsi,Harta Dan Kekuasaan Di Filipina).
Jakarta : Pustaka Jaya
Soebantardjo. 1954. Sari Sejarah Eropa-Amerika ( cetakan II ).
Yogyakarta: Bopkri
Wartadiasastra, Ukasah.1985.Perbandingan Administrasi Negara ASEAN.
Bandung : Remaja Karya

Sumber Internet (Non-Konvensional)
http://id.wikipedia.orgi/wiki/Filipina
(diakses tanggal 1 Desember 2009)
http://id.wikipedia.orgi/wiki/Wanita Filipina
(diakses tanggal 1 Desember 2009)
http://id.wikipedia.orgi/wiki/Dampak Perang Dunia Terhadap Filipina
(diakses tanggal 1 Desember 2009)




LAMPIRAN
Peta Filipina

Sumber.www.google peta Filipina



RIWAYAT PENULIS

Nama : Merlina Agustina Orllanda
Tempat Lahir : Bandar Lampung
Tanggal : 6 Agustus 1990
Asal : Muara Bungo, Jambi
Anak Ke : 1 dari 4 bersaudara
Status : Mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjajaran
Riwayat Pendidikan : - SD Negeri 1 Segala Mider Bandar Lampung (Kelas 1-4)
- SD 2 Penengahan Pahlawan Bandar Lampung (Kelas 5)
- SD 286 Muara Bungo, Jambi (Kelas 6)
- SMP Negeri 4 Muara Bungo, Jambi
- SMA Swasta Titian Teras Kota Jambi
- Unpad, Fakultas Sastra Jurusan Ilmu Sejarah 2008
SMP : Bendahara Osis (Periode 2003-2004)
SMA : Anggota MPK (Periode 2005- 2006 dan 2006-2007)
Anggota IATT : Ikatan Alumni Titian Teras 2008-Sekarang
Anggota Himpunan Mahasiswa Sejarah 2008-Sekarang
Direktorat Advokasi Pelayanan Mahasiswa, Divisi Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) Bem Kema Unpad Periode 2009-Sekarang
Riwayat Kepanitiaan : Mayoret (Drum Band) SMA Titian Teras 2006-2007, Tim Debat Pengetahuan Umum Ilmu Sosial 1 SMA Titian Teras (2005-2007), Tim Lct Ilmu Sosial 1 SMA Titian Teras (2005-2007). Ospek Lapangan Sejarah (Peserta) 2009, Festival Musik Sastra (Humas) 2009, Hari-Hari Sastra (Acara) 2009, Miss Indonesia 2009 (Peserta), Seminar Nasional (Humas), Open House Film Capres (Humas), PFS 2009 (Medik), PS2 (Acara) 2009.
Motto : Usaha Yang Sungguh-sungguh Akan Membuahkan Hasil Yang Diharapkan, Maka Itu Janganlah Takut Pada Kegagalan Karena Dari Kegagalan Itu Kita Akan Banyak Belajar Dalam Menyikapi Keberhasilan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar