Sabtu, 24 Juli 2010

TUGAS KULIAH

Dosen : N. Kartika, S,S., M.Hum.
Studi : Dasar-dasar filsafat.
Nama : Merlina Agustina Orllanda.
Npm : 180310080026.

1. RASIONALISME
 Merupakan paham filsafat yang mengajarkan bahwa akal (reason) merupakan alat penting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan.
 Menurut Descartes inti dari filsafat merupakan imbauan untuk mencari kebenaran yang menghadirkan kenyataan tak tergoyahkan, yang benar-benar tak bisa diragukan lagi.
 Ada 3 cara untuk mencari kenyataan yang terang dan jelas pada akal budi yang tak teragukan lagi, yaitu :
a) Tidak menerima sesuatu sebagai benar, kecuali terbukti benar.
b) Untuk membuktikan kebenaran suatu hal, kita harus :
• Menghindari kesimpulan yang tergesa-gesa.
• Menghindari dugaan terhadap suatu hal.
c) Kenyataan yang terbukti benar adalah “apa yang datang secara terang dan jelas pada akal budi’, sesuatu yang tak mungkin lagi dapat kita ragukan.
 2 kerja yang pokok pada akal budi, yaitu :
1) Intuisi
 Penglihatan pikiran yang sedemikian terang dan jelas sehingga tak ada satupun lagi yang diragukan olehnya. (hasil akal budi yang terus menerus melakukan peraguan akan segala hal, diujung proses keraguan itu pasti ada subtansi yang tertinggal walau yang lainnya ditinggalkan).
2) Deduksi
 Semua penurunan yang perlu dibuat dari apa yang didapatkan oleh intuisi. Merupakan cara kedua intuisi menyajikan subtansi.
 Menurut Descartes ada 4 cara patokan untuk memfungsikan intuisi dan deduksi dalam akal budi sehingga menghasilkan pengetahuan yang benar:
 Menerima pengetahuan yang terang dan jelas (clara et distincta).
 Menguraikan suatu masalah menjadi bagian kecil sesuai dengan apa yang ingin kita cari.
 Apabila menemukan gagasan sederhana (clara et distincta), maka kita harus merangkainya untuk menemukan kemungkinan luas dari gagasan itu.
 Pemeriksaan kembali terhadap pengetahuan yang diperoleh.
2. EMPIRISME.
 Suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan serta pengetahuan itu sendiri mengecilkan peranan akal (pengalaman untuk melawan rasionalisme).
 John Locke merupakan tokoh yang membawa aliran empirisme,menganggap bahwa semua akal dan pikiran manusia itu didapatkan melalui indera (contohnya ketika kita sedang makan apel). Pengalaman dianggap sebagai dasar dari segala pengetahuan, di dalam teori Locke “ bagaimana manusia berprilaku dan seharusnya manusia itu berprilaku” selalu beranggapan bahwa manusia selalu digerakan oleh keinginan untuk mendapat kesenangan.

3. EKSISTENSIALISME.
 Aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar.
 Eksistensialisme menyatakan cara beradap manusia dan benda lain tidaklah sama. Hal ini karena eksistensialisme lahir sebagai reaksi terhadap idealisme.

4. FENOMENOLOGI
 Ilmu tentang perkembangan kesadaran pengalaman diri manusia sebagai ilmu yang mendahului ilmu filsafat/ bagian dari filsafat.

5. .KRITISME
 Bersikap tidak lekas percaya, bersikap selalu berusaha untuk menemukan kesalahan, kekeliruan, tajam dalam penganalisaan. Menurut Immanuel Kant “ manusia selalu memiliki kesadaran diri yang terbatas, maka keterbatasan itu dikatakan sebagai sebuah keinginan yang harus tergantikan oleh keharusan”. Maka itu pengetahuan yang memiliki keterbatasan akan melahirkan pertanyaan pembatas seperti : apakah manusia itu? Apakah yang bisa saya ketahui? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang bisa saya harapkan?.adanya kritik akan membawa manusia sadar sebagai mahluk yang terbatas.

6. INDIVIDUALISME
 Paham yang menganggap manusia secara pribadi perlu diperhatikan (kesanggupan kebutuhan tidak boleh disamaratakan).
 Paham yang menghendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang, paham yang mementingkan hak perorangan dibanding masyarakat banyak atau Negara.
 Paham yang menganggap diri sendiri atau diri pribadi lebih penting dari pada orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar