Kamis, 05 Agustus 2010

AKIBAT PERANG DAN TEHNIK PERANG

MAKALAH

AKIBAT PERANG DAN TEHNIK PERANG

( Diajukan dalam rangka melaksanakan tugas mata kuliah )



oleh :
Merlina Agustina Orllanda
180310080026




DEPARTEMEN NASIONAL UNIVERSITAS PADJAJARAN
FAKULTAS SATRA/ JURUSAN ILMU SEJARAH
Jatinangor Bandung-Indonesia



KATA PENGANTAR

Sujudku takkan memuaskan inginku
‘ tuk haturkan sembah sedalam kalbu
Adapun ku persembahkan syukurku pada-Mu ya Allah untuk nama,
harta, dan keluarga yang mencinta
Dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
Alhamdulillah pilihan dan kesempatan yang membuat
hamba mengerti lebih baik bermakna diri
Semua lebih bearti akan mudah di hayati
Alhamdulillah…alhamdulillah………alhamdulillah ya Rahman.
( Too Phat Feat. Dian Sastro )

Pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia selalu mengalami proses dan peristiwa yang melibatkan banyak aktor dan tokoh didalamnya. Pada masa lampau Indonesia merupakan suatu Negara yang selalu mengalami kekalahan dan terjajah, hal tersebut karena Negara kita selalu tertinggal terutama dibidang tekhnologi. Sehingga wajar kalau pada masa lampau Indonesia selalu mengalami kekalahan apabila berperang. Selain itu dapat diakuin bahwa taktik dan strategi para penjajah ( baik itu Inggris, Portugis, maupun Belanda ) dalam mempengaruhi pemimpin pada masa itu merupakan taktik politik yang baik. Semua peristiwa yang terjadi pada masa lampau tentunya memberi pengaruh pada kehidupan kita saat ini. Hal tersebutlah yang mendorong penulis mebuat makalah yang berjudul “AKIBAT PERANG DAN TEHNIK PERANG”

Penulis mengharapkan agar para membaca dapat mengetahui mengenai proses sejarah yang terjadi di Indonesia sehingga dapat dijadikan sebagai pembelajaran untuk kedepannya. Apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan harap maklum, penulis hanya insan biasa yang masih dalam proses pembelajaran. Maka dari itu diharapkan kritik dan saran yang membangun bagi penyempurnaan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.


Penulis,




• بسم الله الرحمن الرحيم

BAB I
PEMBAHASAN

Negara Indonesia adalah negeri yang pernah mengalami penjajahan. Dari adanya penjajahan tersebutlah Indonesia berusaha untuk bangkit dengan segala upaya untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Berbagai teknik dan strategi digunakan oleh segenap rakyat untuk mencapai revolusi, Kerajaan-kerajaan yang berdiri di Tanah Air dijadikan sarana untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.
Kerajaan yang ada di Tanah Air mencerminkan kalau Indonesia selalu berusaha untuk memperkokoh pertahanan dari para penjajah. Hanya saja usaha yang dilakukan belum mencapai titik maksimal, semua tentunya punya faktor yang menyebabkan adanya ketidaklancaran pencapaian revolusi di Indonesia. Penyebab tersebut antara lain, karena para pemimpin yang ada di Indonesia ada yang bersifat terbuka terhadap bangsa Asing hal tersebut bisa dilihat dari pemerintahan Sultan Iskandar Thani (Sultan Aceh, 1636-1641) yang menerima, bahkan bersifat lunak terhadap Portugis, Inggris maupun Belanda. Contoh lain bisa kita lihat pada penyelamatan kedudukan Sultan Haji yang dibantu oleh Belanda, hal tersebut tentunya membuka peluang bagi bangsa penjajah untuk mencampuri urusan intern dalam pemerintahan kesultanan Banten, apalagi bantuan yang diberikan Belanda terhadap Sultan Haji merupakan kunci utama untuk mencapai tujuan politik.
Adanya hubungan yang dijalin dengan pihak asing diharap mampu memberikan keuntungan buat Indonesia, tapi sayangnya hal tersebut merupakan prediksi yang salah justru negeri Indonesia-lah yang memberikan kontribusi untuk memajukan para koloni-koloni yang ada. Kerjasama yang dijalin Sultan Aceh pada masa Sultan Iskandar Thani terhadap Portugis, Inggris maupun Belanda justru menjadi bomerang tersendiri bagi Aceh. Tindakan yang dilakukan oleh Sultan Iskandar Thani dengan memberikan hak istimewa kantor dagang dan bebas perdagangan terhadap Inggris justru membuat Inggris memanfaatkan hal tersebut, terutama dalam menjalankan perdagangannya dengan Cina. Kompeni yang diterima seperti Inggris dan Portugis justru malah bergabung untuk mendapatkan Aceh yang kaya akan kekayaan alam dan perdagangan. Di Sumatera Barat terdapat Inggris yang mencoba mencari keuntungan perdagangan lada, sedangkan peran Belanda di Banten adalah melakukan penguasaan terhadap perdagangan Banten dalam dunia internasional ( benteng Speelwijk yang didirikan pada 1685, merupakan lambang kekuasaan Belanda terhadap Banten ).
Penjajahan yang terjadi menimbulkan beberapa kerugian dan penderitaan rakyat. Hal tersebut benar-benar dirasakan oleh rakyat Makasar yang telah dirugikan setelah adanya perjanjian Bongaya karena dengan adanya perjanjian tersebut secara otomatis pribumi dikuasai oleh kompeni. Begitu juga yang terjadi akibat adanya perjanjian antara Sultan Haji dan Belanda, perjanjian antara Kompeni dan Sultan Martapura dari Kerajaan Banjar yang awalnya membatasi kegiatan Inggris di Banjarmasin justru memberi peluang bagi Inggris untuk memonopoli perdagangan. Dari adanya aroma penjajahan di Indonesia, maka timbullah upaya untuk mempertahankan kemerdekaan. Upaya tersebut juga bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan kerajaan sekaligus kekuasaan perdagangan.
Semua upaya yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia tidak bisa ditempuh lewat jalur damai maupun secara politik maka jalur peperangan pun akhirnya ditempuh. Hal ini bisa dilihat pada perlawanan rakyat Banten yang tidak puas terhadap Kompeni Belanda yang dianggap terlalu mencampuri urusan intern kesultanan Banten, penyerangan rakyat Mataram terhadap Kompeni di Batavia pada tahun 1628-1629, perlawanan Untung Surapati sebagai reaksi terhadap politik Kompeni Belanda, serta pelawanan rakyat Makasar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin.
Dengan segelintir ilmu yang diperoleh dari jajahan serta semangat bambu runcing dan persatuan rakyat Indonesia yang berada dalam naungan Kerajaan telah melaksanakan peperangan untuk melawan penjajah. Gerakan-gerakan yang ada di Indonesia telah mempersiapkan taktik dan strateginya masing-masing. Teknik perang yang dilakukan di daratan ialah dengan melakukan serangan mendadak, dengan teknik secara gerilya. Taktik lain adalah memperlambat penghampiran musuh. Pohon-pohon besar ditebang dan diletakkan di jalan sedemikian rupa sehingga mempersukar perjalanan musuh. Cara lain yang ditempuh dengan menghanguskan daerah yang menghasilkan sumber makanan agar para musuh tidak punya perbekalan, membuat jebakan-jebakan didalam tanah, mengepung dan menyerbu benteng-benteng yang didirikan Kompeni, selain itu rakyat juga telah mempersiapkan perahu yang digunakan untuk melaksanakan perang dilaut. Di dalam perahu terdapat peralatan perang, perahu-perahu yang terkenal antara lain jukung ( perahu asal Kalimantan Selatan ), talangkasan yang berlaju cepat, juangka dan lakafunu atau kora-kora ( dari Maluku ).
Dengan semangatnya rakyat Indonesia pada masa itu melancarkan serangan-serangan untuk mengusir penjajah. Hanya saja masih mengalami kegagalan, padahal usaha yang dilakukan sudah bersungguh-sungguh. Semua itu disebabkan karena bangsa asing memiliki tekhnologi yang lebih modern tentunya daripada pribumi, apalagi bangsa asing terutama Belanda punya taktik dan strategi yang lebih jitu, bisa dilihat dari kelihaiannya dalam memainkan politik “devide at impera” yang digunakan Belanda untuk memecahbelahkan hubungan antara ayah dan anak pada kesultanan Banten ( Sultan Ageng dan Sultan Haji ). Akibat yang terjadi dari adanya perlawanan terhadap penjajah menyebabkan kerugian yang di derita oleh Indonesia, kerugian tersebut antara lain banyaknya rakyat yang berguguran pada masa itu, kegarangan para penjajah makin menjadi-jadi hal tersebut tentunya semakin menambah kesengsaraan rakyat. Dari adanya fenomena kekalahan yang diderita Indonesia dalam mengusir para penjajah, mau tidak mau akhirnya rakyat kembali takluk terhadap penjajahan. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup serta mencari posisi aman ditengah derita kekalahan sampai akhirnya kemerdekaan itu benar-benar direngkuh oleh bangsa Indonesia.









BAB II
KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang pernah mengalami penjajahan dan berusaha untuk melawan penjajahan itu sendiri. Hanya saja bangsa Indonesia sering mengalami kekalahan dalam melawan penjajah, hal tersebut karena politik yang dilancarkan para Kompeni lebih jitu, apalagi alat-alat peperangan yang digunakan para Kompeni lebih maju dan modern ketimbang alat tradisional yang digunakan rakyat Indonesia pada saat itu. Dan point yang terpenting dari kekalahan Indonesia pada masa lampau disebabkan oleh para pemimpin yang memiliki ideologi yang berbeda, pada masa itu terdapat pemimpin yang sangat terbuka dan mudah dipengaruhi oleh Kompeni. Apabila pemimpin sudah ada digenggaman maka rakyat pun juga demikian, itulah kondisi Indonesia pada masa penjajahan kolonial.


* Wassalam *

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar