Kamis, 05 Agustus 2010

hanya tulisan tanganq (merlina orllanda)

“ ANAK DOMBA PERTAMA DARI TANAH BATAK”
“ Kapal layar merupakan sarana Bangsa Eropa untuk mencapai Nusantara. Sama hal-nya dengan kapal layar maka usaha ibarat suatu sarana yang mampu membawa kehidupan pada perubahan ”
Ungkapan diatas merupakan perumpamaan yang tepat untuk mendeskripsikan hal yang berkaitan dengan hasil karya A. Meyer yang berjudul “ DJA-OGOT”. Apa yang dilukiskan Meyer pada isi ceritanya berinti pada suatu usaha yang telah mencapai hasilnya. Usaha tersebut kita saksikan ketika seorang Nasrani Belanda mampu membuat seorang anak kecil ( Dja-Ogot ) berkeyakinan pada keberadaan Yesus. Usaha lain yang telihat adalah kegigihan seorang anak kecil untuk mencapai surga Yesus ( hal tersebut bisa kita lihat pada kefanatikan Ogot terhadap ajaran Kitab Nasrani, dari adanya fenomena tersebut terlihat jelas bahwa usaha Ogot untuk mencapai surga telah membawa sistem atau prosedur kehidupannya pada suatu perubahan ).
“ Perubahan hidup seseorang adalah hasil dari proses yang telah diusahakan oleh orang yang bersangkutan ”
 kegigihan Ogot adalah suatu proses yang telah dijalaninya untuk mencapai perubahan kehidupan yang dianggapnya lebih baik
Diceritakan oleh Meyer kisah perjalanan hidup seorang anak berusia 8 tahun dari Tanah Batak. Di usia yang dini si anak tersebut melakukan pencarian terhadap keberadaan ayahnya yang hilang. Dari adanya pencarian tersebut bukan ayahnya yang ditemukan melainkan suatu keyakinanlah yang didapatkannya. Keyakinan bahwa keberadaan Yesus sebagai jusru selamat, hingga pada akhir hayatnya sang anak menganggap bahwa ia telah diselamatkan oleh seorang juru selamat untuk menuju ke surga.
Pada pencapaian seorang Dja-Ogot mengenal keberadaan Sang Pencipta tak lepas dari adanya suatu rentetan peristiwa dan tokoh-tokoh yang berkaitan dengan latar belakang kefanatikan anak lelaki Batak ini tehadap Nasrani. Diawali dengan dilarikannya Ogot oleh dua orang pria tak bertanggung jawab yang akhirnya bermuara pada penebusannya oleh Zendeling Ermelos, G. Van Asselt, hingga kelanjutan seorang Ogot menjalani kehidupan barunya di Nederland. Pada akhirnya ia ditemukan dengan seorang Nasrani yang ingin mengajak manusia mencapai berkat dan Ogot termasuk salah seorang yang berhasil di ajak untuk mencapai berkat tersebut. Sesuatu yang membuat Ogot menyakini ajaran Nasrani dikarenakan seorang Nasrani Belanda selalu memberikan tentang gambaran surga dan neraka. Tentang isi dari Kitab Nasrani dan keberadaan alam yang dihuni manusia dianggap bukti nyata dari keberadaan Yesus. Hanya dengan bermodal ajaran agama yang dikemas dalam bentuk pendidikan tersebutlah yang mampu mempengaruhi alam dan pikiran seorang anak berhati polos ini.
Setelah menjadi seorang nasrani Ogot tidak pernah melepas pandangannya dari keberadaan Yesus. Ia menjadi seorang yang benar-benar fanatik terhadap ajaran alkitab, hal ini tentunya membuat seorang Zending merasa senang karena usaha kerasnya untuk membawa seorang umat manusia pada keberkatan Yesus telah berhasil. Hingga pada akhir hayatnya Ogot makin merasakan keberadaan Yesus ditengah sakitnya yang sudah sangat kronis. Saat mautnya diujung tanduk hanya ada Yesus yang ada dipikiran Ogot, hanya harapannya pada pencipta agar datang seorang juru yang akan membawa keluarganya di Sipirok untuk menjadi orang-orang yang tidak berada pada kesesatan. Dan akhir dari cerita ini adalah hembusan nafas terakhir dari seorang anak Timur yang menggapai ajalnya di tanah Barat, “ Ogot adalah seorang yang pertama menggapai tahta anak domba diantara jutaan kaum nasrani dari Tanah Batak”.

B. Hubungan Keberadaan dan Pengaruh Belanda di Nusantara Dengan Kisah Dja-Ogot
Kisah Dja-Ogot merupakan salah satu bagian dari adanya pengaruh yang di tanamkan oleh Belanda di Nusantara. Hingga akhirnya pengaruh yang meliputi agama pun sebisa mungkin disebarkan oleh Belanda. Apa yang dilakukan oleh Belanda merupakan gambaran bahwa penjajahan yang dilakukan oleh mereka tidak hanya mencakup di bidang ekonomi saja tapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan dan budaya. Ogot merupakan satu dari banyak orang yang telah memeluk nasrani “ dalam arti lain ia telah mengalami proses pengkristenan”.
Setiap hal yang dilakukan oleh Belanda tidak dapat kita pandang sebagai suatu hal yang buruk saja, karena dalam menjalankan misi pengkristenan tersebut pihak Belanda memiliki tujuan untuk menjadikan umat manusia pada keberkatan ( misalnya saja yang terjadi pada Ogot ). Jadi misi agama belum tentu bisa dianggap sebagai suatu bentuk penjajahan, Walau demikian tentunya hal itu sulit dipercaya mengingat keberadaan orang-orang Belanda di Nusantara yang telah memberi banyak penderitaan dan kerugian.
Inti yang kita lihat dari cerita Nasrani dari Tanah Batak ini adalah cara yang di tempuh oleh pihak Belanda dalam menjalankan misi pengkristenan. Cara tersebut meliputi bagaimana seorang Belanda berusaha untuk membaurkan diri pada kehidupan pribumi baik itu dari segi mempelajari bahasa, kebudayaan, dan memberikan pendidikan. Contoh tersebut sangatlah kontras pada kisah Ogot yang membantu seorang Belanda menerjemahkan Injil Yohanes dalam bahasa Batak Toba ( bahasa Nusantara ), saat Ogot disekolahkan di Belanda ( ia menempuh pendidikan yang sebelumnya tidak ia temukan di Tanah Air, misalnya saja bahasa Belanda yang bisa diucapkan Ogot walau hanya terbata-bata, dan pola hidup orang Belanda yang lebih beradab dari orang-orang pribumi ), bahkan perlakuan baik pihak Belanda terhadap dirinya ( itu merupakan bukti kalau ternyata orang Belanda mau berbaur pada pribumi yang masih awam ).
Itulah sekilas mengenai keberadaan dan pengaruh orang-orang Belanda terhadap rakyat pribumi apabila dilihat dari segi agama. Bagi rakyat pribumi Belanda dianggap sebagai bangsa yang kejam, tapi hal itu belum tentu dirasakan oleh Ogot. Justru Ogot merasa bahwa orang-orang Belanda inilah yang menjadi juru selamat atas kehidupannya hingga akhirnya anak kecil berusia 8 tahun ini menjunjung Ajaran Nasrani yang mendarah daging dalam sanubarinya Satu point lainnya yang ditemukan pada pihak Belanda dalam menjalankan misi “ CONQUESTADORES ” adalah kegigihannya dalam menjalankan proses untuk mencapai satu tujuan. Kiranya hanya demikian gambaran yang bisa ditangkap dari adanya kisah Ogot terhadap pengaruh yang diterapkan oleh Belanda di Nusantara hingga pada akhirnya bisa dirasakan saat ini.

^Wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar