Kamis, 05 Agustus 2010

HEGEMONI QURAISY

Oleh : Merlina Agustina Orllanda
Npm : 180310080026


HEGEMONI QURAISY
( Agama, Budaya, dan Kekuasaan )

Dalam mempelajari sejarah Islam seluruh umat manusia tidak dapat melepaskan pandangannya terhadap Jazirah Arab ( pulau Arab ), atau suatu wilayah yang terkenal dengan sebutan “: Shibul Jazirah “ ( semenanjung Arab ). Wilayah tersebut telah menghasilkan banyak peradaban dan memiliki berbagai cerita mulai dari zaman Pra Islam hingga masuknya ajaran Agama Islam.
Berdasarkan sejarah dan latar belakangnya wilayah Jazirah Arab didirikan oleh suku Quraisy. Suku Quraisy merupakan suku yang terkenal dan terhormat, kalau pada zaman sekarang ini suku Quraisy diibaratkan sebagai golongan atas atau kaum bangsawan, Suku Quraisy adalah suku yang pertama yang menciptakan berbagai aturan pada saat itu, karena suku Quraisy adalah golongan yang dianggap amat berpengaruh.
Telah diketahui bahwa Nabi Muhammad Saw terlahir dari keluarga Quraisy, Kekuasaan suku Quraisy didirikan oleh Qushayi bin Khilab ( 480 M ) dan mencapai masa kejayaan pada zaman Nabi Muhammad Saw. Qushayi bin Khilab adalah kakek Nabi Muhammad Saw yang pertama kali menemukan ibu kota suci ( Makkah ). Disana Qushayi bin Khilab mendirikan kehidupan serta menciptakan berbagai sistem dalam kehidupan. Saat itu Qushayi bin Khilab mendirikan kabilah ( suku ) serta letak dasar pemerintahan, Kabilah tersebut memiliki kekuasaan dan peran yang amat penting bagi berdirinya kota Makkah. Dimana pada saat itu sudah terdapat saluran air, rumah, interaksi masyarakat pada saat itu serta berbagai atribut lain yang mendukung adanya pola dan sistem kehidupan. Penduduk Makkah pada saat itu mendapat mendapat julukan Ahlal-Harram ( penghuni mulia ), julukan tersebut tepatnya ditujukan pada suku Quraisy sebagai suku yang terpandang.
Sesudah Qushayi bin Khilab memimpin suku Quraisy kemudian dilanjutkan oleh keturunannya antara lain, Hasyim dan Abdul muthalib hingga Nabi Muhammad Saw. Pada masa Nabi Muhammad, ia mendapat banyak tantangan dari kaumnya sendiri. Apalagi pada saat itu Nabi Muhammad diutus untuk menyebarkan Ajaran Agama Islam yang pada saat itu dianggap mengganggu dan mengusik kaum Quraisy yang pada saat itu menyembah berhala. Kaum Quraisy menganggap Muhammad sebagai seorang yang memberi ajaran sesat untuk memberontak terhadap berhala yang selama ini disembah oleh suku Quraisy. Pada saat itu Suku Quraisy memusuhi Nabi Muhammad serta melakukan beberapa penyerangan agar Muhammad tidak menyebarkan ajarannya ( Ajaran Agama Islam ). Pengaruh yang disebarkan Suku Quraisy amat besar hingga banyak oraag yang terpengaruh untuk memusuhi Muhammad yang dianggap sebagai pemberontak ajaran Quraisy.
Setelah lama kelamaan berada dalam ketidakpercayaan terhadap Muhammad akhirnya ada beberapa dari kalangan suku Quraisy yaitu Hamzah ibnu Abdul Mutthalib dan Umar Ibnul Khattab terbuka hatinya untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw. Hal tersebut timbul setelah mereka mendengar dakwah Muhammad dan isi dari syair yang telah dilantunkan dalam Al-Quran. Walau perlawanan bangsa Quraisy semakin menjadi-jadi tapi dengan ketabahan dan bermodal syair-syair Al-Quran Nabi Muhammad Mampu membawa suku Quraisy kedalam Ajaran Agama Islam.
Hegemoni Quraisy benar-benar terlihat jelas, dimana suku Quraisy benar-benar berperan serta berpengaruh ( hal ini terlihat pada saat suku Quraisy memusuhi Nabi Muhammad hingga akhirnya mereka menerima ajarannya, suku Quraisy berhasil untuk mempengaruhi kaumnya untuk mengikuti ideologi yang mereka anut ). Pengaruh dari suku Quraisy tidak hanya di Makkah saja tapi juga sampai ke Yaman, Hejaz, Yasrib ( Madinah ) hingga wilayah Jazirah Arab lainnya. Hal ini terlihat dari peradaban yang terdapat wilayah tersebut dulunya berasal dari suku Quraisy.
Hal yang terkenal dari suku Quraisy adalah strategi dalam mewujudkan kekuasaan. suku Quraisy mampu memberi pengaruh hanya dengan kata-kata, telah diketahui bahwa suku Quraisy memiliki dialek yang baik untuk didengar. Mereka mampu meramu agama dan budaya dengan berbagai variasi. Salah satu bukti konkretnya adalah kegiatan ibadah haji pada saat ini yang dulunya dijadikan sarana untuk mempertemukan Bangsa Arab dengan seluruh Bangsa dari berbagai penjuru. Dibalik kebudayaan yang dihasilkan tersebut tersimpan kepentingan kekuasaan dan politik ( memiliki tujuan untuk melakukan penguasaan terhadap sumber daya alam, sumber daya manusia, dan intelektualitas) tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar