Kamis, 05 Agustus 2010

HASIL KEBUDAYAAN INDIA SEJAK ZAMAN EPOSH HINGGA MASUKNYA ISLAM

HASIL KEBUDAYAAN INDIA SEJAK ZAMAN EPOSH HINGGA MASUKNYA ISLAM
( Diajukan dalam rangka melaksanakan tugas ujian tengah semester perkuliahan )


oleh :
Nama : Merlina Agustina Orllanda
NPm : 180310080026


DEPARTEMEN NASIONAL UNIVERSITAS PADJAJARAN
FAKULTAS SATRA/ JURUSAN ILMU SEJARAH
Jatinangor Bandung-Indonesia


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala karena berkat segala rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya, penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul “HASIL KEBUDAYAAN INDIA SEJAK ZAMAN EPOS HINGGA MASUKNYA ISLAM”.
India merupakan suatu Negara yang terletak di Asia Selatan, pada saat itu peradaban India dianggap sebagai salah satu hasil peradaban yang terbesar di dunia. Di India terdapat berbagai zaman mulai dari zaman neolitikum, weda, eposh hingga zaman masuknya islam. Di dalam sejarah Hindu India memiliki peran yang sangat penting, Mulai dari terbentuknya Hindu serta berkembang pesatnya ajaran tersebut. Tidak hanya ajaran Hindu saja yang berkembang di India tapi juga adanya perkembangan dan pengaruh Islam yang ada pada masa Mughal. Dalam pembuatan makalah ini penulis bertujuan agar pembaca dapat mengetahui mengenai sejarah dan kebudayaan yang telah dihasilkan oleh negara India serta pengaruh yang dirasakan hingga sekarang ini.
Apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan harap memakluminya, karena penulis hanya insan biasa yang masih dalam tahap belajar. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi penyempurnaan makalah ini, Semoga makalah ini dapat bermanfaat. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih banyak.
penulis


HASIL KEBUDAYAAN INDIA SEJAK ZAMAN EPOSH HINGGA MASUKNA ISLAM

India merupakan suatu wilayah yang terdiri atas banyak suku bangsa, suku tersebut mempunyai agama dan kepercayaannya masing-masing. Selain itu India merupakan tempat lahirnya 4 agama yaitu, Hindu, Budha, Jainisme dan Sikhisme. Salah satu agama yang diyakini masyarakat India pada masa itu adalah Hindu. Di dalam ajaran agama Hindu terdapat berbagai macam aliran yang berbeda-beda. Diantara ajaran Hindu, ajaran yang sangat dijunjung oleh masyarakat India pemeluk Hindu pada masa itu adalah karma dan kasta.
Karma merupakan merupakan keyakinan dalam Hindu “bahwa yang mati akan hidup kembali, karena sesungguhnya yang mati adalah raga sedangkan jiwa akan senantiasa hidup dan utuh “. Kasta merupakan peraturan yang ada di dalam agama Hindu dan kasta yang harus dipatuhi. Sesungguhnya orang Hindu dilahirkan di dalam kasta, artinya “ tidak ada seseorang yang dapat naik ke kasta yang lebih tinggi walau sekeras apapun usahanya”. Orang yang berkasta rendah selamanya akan hidup di kalangan bawah dan ketentuan itu tidak bisa diubah. Maka dalam budaya Hindu di India, tidak ada orang yang berkasta rendah boleh melakukan perkawinan dengan orang yang berkasta tinggi. Apabila peraturan yang telah ditetapkan tidak dipatuhi maka bagi pelanggar akan mendapatkan hukumannya.
Adanya kasta pada masa Hindu di India sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya ekspansi bangsa Arya terhadap bangsa Dravida ( pada zaman Weda, 2000-1000 SM ). Bangsa Arya menduduki India pada tahun 1500 M , kemudian menduduki peradaban kuno dan hasil kebudayaan India di lembah sungai Indus. Selain itu bangsa Arya melakukan serangan terhadap bangsa Dravida yang pada masa itu berhasil ditaklukan, kemudian ditetapkan oleh bangsa Arya bahwa bangsa Dravida merupakan golongan kasta Sudra (petani dan budak), sedangkan bangsa Arya ditetapkan sebagai bangsa dari golongan Brahmana (pendeta), Khsatria (bangsawan dan prajurit), Waisha (pedagang). Semua itu didasari oleh adanya Teori Kasta (Stanley Rice) yang menyatakan bahwa “Indo Arya pada awal kedatangannya menjumpai bangsa Dravida dengan pranata kasta yang dirancang untuk memisahkan mereka dari bangsa Dravida yang lebih tua”. Adanya perbedaan antara bangsa Arya dan Dravida tidak hanya terlihat pada kedudukan tapi juga pada warna kulit, bentuk hidung dan raut muka. Kebanyakan orang India yang keturunan Arya memiliki ciri : tinggi, putih, dan mancung. Sedangkan yang keturunan bangsa Dravida berciri pendek, hitam, pesek, dan keriting. Pada masa itu orang India keturunan Dravida diasingkan untuk menghuni wilayah India bagian selatan. Sedangkan India Utara dihuni oleh penduduk Ras Arya dan Dravida yang hidup berdampingan. Lambat laun masyarakat India Hindu di India dikuasai oleh kaum ,Brahmana (Indo Arya). Pada masa itu hanya kaum Brahmana saja yang bisa membaca isi dari kitab suci weda. Adanya aturan daan pengajaran yang terdapat didalam weda dirahasiakan oleh kaum Brahmana, dengan bermacam aturan dan tafsiran yang mengatasnamakan agama, bangsa Arya berhasil memperkokoh kedudukannya dan menindas kasta-kasta lainnya. Pada masa itu di India timbul adanya pola hidup bermasyarakat yang secara Theokratis (kekuasaan di tangan pendeta). Hingga hari ini sistem kasta masih berlaku di India, hal tersebut tentunya menjadi penghalang bagi kemajuan negara India. Tapi itulah hasil dari kebudayaan Hindu yang identik dengan negara India.
Beralih dari awal masuknya Hindu, maka India juga ada masa yang dinamakan masa Eposh. Masa Eposh (1000-500 SM), dimana masa eposh lahir sesudah adanya masa Weda. Pada masa Eposh sistem kehidupan masyarakat sudah memiliki aturan dan tatanan yang teratur. Masyarakat sudah mengenal adanya pemerintahan yang sentral baik itu dari segi produksi, distribusi maupun dalam menjalankan pola interaksi dalam hidup bermasyarakat. Telah diketahui bahwa masa Eposh merupakan kelanjutan dari masa Weda dan masa-masa sebelumnya, dimana hasil kesusastraan dan budaya literatur yang ditemukan pada masa Weda dapat berkembang pesat pada masa Eposh. Salah satu hasil karya dari masa Eposh yang terkenal adalah Mahabrata dan Ramayana. Ketenaran dan isi cerita dari Mahabrata dan Ramayana sudah tidak asing lagi ke seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia.
Mahabharata mengisahkan adanya perang besar antara kaum Pandawa dan kaum Khurawa. Kaum Pandawa terdiri atas lima putera-putera pandu, yaitu: Arjuna, Bima, Nakula, Shadewa, dan Yudistira yang berperang melawan kaum Khurawa dengan jumlah seratus orang. Peperangan memuncak di lapangan Kurukstera yang dinamakan peperangan Bharatayuddha. Sedangkan Ramayana mengisahkan pejuangan Rama yang berhasil membebaskan istrinya Shinta yang diculik oleh Rahwana, dalam kisah tersebut diceritakan bahwa keberhasilan Rama dibantu oleh seekor kera.
Cerita Legenda di atas sering sekali diperankan dalam berbagai drama dan pementasan dengan berbagai versi yang telah mengalami perubahan atau penambahan ide jalan cerita. Hal ini tentunya menggambarkan bahwa masyarakat India peduli dan turut serta dalam membangun dan menyempurnakan isi cerita yang merupakan hasil karya sastra negara India tersebut. Cerita Mahabrata dan Ramayana seolah mampu berbaur dengan khalayak masyarakat sehingga lakon tersebut tidak hanya dimainkan di India bahkan di Indonesia sering sekali di tampilkan dalam tokoh pewayangan. Kesusastraan yang berkembang pada masa Eposh seperti Mahabrata dan Ramayana di India pada masa itu, menghasilkan kebudayaan baru di bidang kesusastraan. Hal tersebut tentunya membuat seni drama dan literatur masyarakat India berkembang.
Selain terdapat kisah mengenai kehidupan pada masa Eposh, India juga memiliki sejarah mengenai masa islam. Bagaimana islam itu masuk, tumbuh dan berkembang di India?. Pada masa islam di India banyak sekali hal yang terjadi, mulai dari proses masuknya islam di kalangan masyarakat Hindu, kehidupan pada masa islam, pemberontakan yang terjadi pada masa Humayun, hasil dari kebudayaan dan pengaruh islam, hingga diterimanya islam yang berkembang pesat dan mampu berbaur dengan hindu pada masa Akbar.
Dengan masuknya islam tentunya memberikan pengaruh yang amat besar terhadap masyarakat di India pada masa itu. Islam bisa sampai di India dibawa oleh orang-orang Islam dari Turki-Afgan pada abad ke 16. Perjuangan bangsa Turki-Afgan untuk memasukan islam di India sangatlah tidak mudah, hal ini dikarenakan masyarakat India telah lebih dulu menjadikan ajaran Hinduisme sebagai keyakinan yang amat kuat. Namun perlahan-lahan ajaran agama Islam di India dapat masuk dan diterima, dengan masuknya islam di India maka terdapat beberapa kelompok yang tersingkir seperti kelompok hindu, yang melarikan diri ke Neval, Bhutan, dan Assam. Pengaruh Islam yang masuk di India berkat didirikannya Kerajaan Mongol ( yang telah dikenal sebagai Kerajaan Mughal ).
Kerajaan Mughal didirikan oleh Babur (seorang Sunni ortodoks yang merupakan keturunan suku Mongol). Babur merupakan tokoh yang menarik dalam sejarah India, karena beliau merupakan peletak dasar wangsa Mughal. Setelah kepemimpinan Babur Kerajaan Mughal dipimpin oleh Humayun yang kemudian digantikan oleh puteranya Akbar Agung (Akbar The Great). Pada masa Akbar, Kerajaan Mughal mengalami masa kejayaannya, karena pada masa pemerintahan Akbar kekuasaan Kerajaan Mughal meluas dari Himalaya hingga ke Deckan, hal tersebut merupakan keberhasilannya dalam menjalin hubungan dengan raja-raja India lainnya.
Dari segi agama, Akbar The Great telah berhasil membawa islam untuk berbaur menjadi satu dalam masyarakat. Dimana pada masa itu ajaran agama islam mengalami perkembangan yang pesat. Selain itu ia menjadikan Mughal sebagai pusat kebudayaan, menyatukan kaum Muslimin dan Hindu ke dalam kerajaan Mughal, serta berbagai kemajuan lainnya dibidang politik dan kemiliteran. Pada pertengahan masa pemerintahan Akbar, kaum ulama sangat berperan sekali pada masa pemerintahan Akbar.
Betapa tidak suatu negara yang kebanyakan komunitasnya menganut ajaran Hindu yang amat kental bisa menerima masuknya Islam serta hidup seiring sebagai umat yang beragama. Akbar berhasil membuat semuanya menjadi sama rata, dalam pemerintahannya ia menyamaratakan semua agama yang ada tanpa membedakannya dari segi apapun. Adanya keserasian antara Islam-Hindu pada masa Akbar merupakan wujud dari kepribadian Akbar yang mencari kebenaran dalam suatu agama (hal tersebut ia tuangkan dalam ajarannya “Din-i-Ilahi” ). Sayangnya ajaran tersebut dianggap kontroversi.
Pasca berahirnya kepemimpinan Akbar terdapat 13 penguasa Mughal yaitu, Jehangir, Syeh Jehan, Aurangzeb, Muazzam, Azzimus Syah, Jihandar Syah, Farukh Syah, Muhammad Syah ( Bahadur Syah ), Ahmad Syah, Alamgir II, Alam Syah II, Akbar II, dan Bahadur Syah II. Diantara ketiga penguasa diatas masa kegemilangan Mughal hanya bisa dilanjutkan oleh 3 pemimpin yaitu, Jehangir, Syeh Jehan, dan Aurangzeb. Hal tersebut dikarenakan pada masa ketiga pemimpin tersebut India mengalami kemajuan yang pesat di berbagai bidang. Pada masa ketiga pemimpin di atas Mughal menjadi pusat politik dan perniagaan Internasional, kejayaan Mughal pada masa itu pernah ditulis oleh Abu Fadl.
Diantara ketiga pemimpin diatas, Aurangzeb dianggap sebagai pemimpin yang paling banyak memberikan kontribusi. Pada masa pemerintahan Aurangzeb pemberontakan Ahmadabad dan Benggala berhasil diredam, selain itu terdapat berbagai ketentuan yang telah ditetapkan Aurangzeb seperti, menghapus pajak, menurunkan harga bahan pangan, memberantas korupsi, dan membangun peradilan khusus ( Fatwa Alamgir). Fatwa Alamgir merupakan hukum yang menyatukan antara islam dan kebudayaan local, sejauh ini, dari yang telah dilakukan oleh Aurangzeb dianggap telah memberikan keuntungan yang banyak bagi India.
Begitulah kiranya gambaran mengenai kehidupan masyarakat India pada masa Eposh hingga masuknya Islam. Berbagai peristiwa dan kejadian telah mewarnai jalan cerita di dalam sejarah perkembangan India. Dari adanya zaman seperti Eposh hingga masuknya pengaruh islam yang kemudian berkembang di India tentunya menghasilkan kebudayaan dan pengaruh pada kehidupan di India pada saat ini. Bahkan pengaruh dan kebudayaan yang dihasilkan pada masa Eposh tersebut tidak hanya berada dalam ruang lingkup di negara India saja tapi juga menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hasil dari kebudayaan tersebut dapat kita lihat dari bagaimana orang India menerapkan sistem kasta, cara orang India melakukan hubungan perdagangan, serta beberapa hasil kesusatraan yang terkenal dari India seperti Mahabrata dan Ramayana. Kemasyurannya sudah tidak asing lagi baik itu di India maupun di tanah air kita




DAFTAR PUSTAKA
Drs.Soeroto, 1999, Sejarah Dunia,Bandung: Yrama Widya
http://id.wikipedia.org/wiki/sejarah India

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar