Kamis, 05 Agustus 2010

UPAYA PENEGAKAN ISLAM PADA MASA AL KHULAFAU”R RASYIDIN

MERLINA AGUSTINA ORLLANDA
180310080026, Ilmu Sejarah

UPAYA PENEGAKAN ISLAM PADA MASA
AL KHULAFAU”R RASYIDIN

Dalam sejarah islam terdapat suatu peristiwa besar yang dijadikan sebagai permulaan sejarah umat islam di dunia. Diawali dengan hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah dan memperoleh kemenangan atas restu Allah, kemudian saat nabi wafat terdapat sejuta pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi khaliffah di muka bumi ini untuk meneruskan perjuangan nabi dalam mensiarkan agama islam???. Pada awalnya pilihan yang tepat sebagai khaliffah jatuh pada Ali bin Abi Thalib, hal ini karena beliau merupakan saudara dari nabi. Walau demikian pilihan untuk menjadi khaliffah pertama sesudah nabi jatuh pada Abu Bakar As Si”ddiq yang memperoleh suara terbanyak dari hasil pemilihan. Beliau dianggap sebagai orang yang berpengalaman.
Abu Bakar merupakan seorang yang taat beribadah kepada Allah. Tanpa ragu Abu Bakar menerima ajaran islam dan dengan semangatnya beliau melakukan dakwah demi memperluas Agama Allah. Sayangnya pada masa kepemimpinan beliau beberapa orang menganggap bahwa ajarannya adalah kepalsuan dan omong kosong belaka. Pada masa itu banyak sekali orang yang menjadi murtad dan musyrik. Sejak wafatnya Rasulullah terdapat sejumlah orang yang mengaku “ kalau selama ini mereka memeluk islam hanya karena terpaksa”. Hal tersebut dilatarbelakangi pengaruh kaum Quraisy. Mereka beranggapan Agama Islam telah menjadikan mereka dibawah pengaruh kekuasaan suku Quraisy, maka itu banyak diantara orang-orang pada masa itu yang tidak mau lagi taat terhadap ajaran islam. Sudah banyak yang tidak mau mengerjakan sholat, membayar zakat, dan mengakui adanya Allah. Mereka menganggap ajaran yang mereka ikuti adalah perjanjian dengan nabi bukan dengan Khaliffahnya, maka saat wafatnya nabi maka wafat pula lah islam yang dianut. Bahkan kebanyakan diantara mereka banyak yang mengaku telah menerima wahyu (mu”jizat) dan menamakan diri mereka sebagai nabi yang mesti dipatuhi ajarannya. Salah satu tokoh berbahaya yang mengaku sebagai nabi palsu adalah Mussailimatu Kazzab dari Bani Hannifah. Walau dengan berbagai cobaan yang besar dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kaliffah Abu Bakar tetap bertekad untuk tidak membiarkan umatnya dalam kesesatan dan kembali pada ajaran agama islam. Beliau meyakini bahwa di dalam islam terdapat kebenaran dan beliau rela untuk gugur secara syahid demi tegaknya islam. Pada masanya terjadi perang Uhud, hal tersebut menimbulkan semangat bangsa Persia dan Rumawi untuk menghancurkan Islam dan muslimin.
Setelah Abu Bakar As Si”ddiq maka Umar Ibnul Khataf dari Bani Adi yang kemudian diangkat menjadi Khaliffah, beliau merupakan Khaliffah yang membenarkan kebenaran yang terdapat di dalam Al-Quran karena Al Quran membuktikan kemu”jizatanya kepada Umar. Pada kepemimpinannya timbulah perselisihan yang nyaris menimbulkan perpecahan dikalangan umat islam yang disebabkan kesalahpahaman tentang penafsiran ajaran agama islam. Hal itu semakin memuncak setelah bangsa Persia dan Rumawi menanamkan pengaruhnya yang kemudian menimbulkan perlawanan dari kaum muslimin sehingga pada masa itu kaum muslimin menjadi terpecah menjadi dua. Pada masa Umar berbagai peperangan telah dilakukan semata demi menegakkan islam. Umar hidup diantara orang-orang yang hendak melunturkan islam, tapi dengan semangat semata karena Allah ia mampu mengalahkan siapa saja yang menentangnya walau itu lewat jalur perang. Terbukti dengan kemenangan dalam pertempuran di Ajnadain dan di Nahawand ( pertempuran yang terkenal dalam sejarah bangsa Persia yang tekenal dengan sebutan “Fathulfutuh”, kemenangan terbesar diantara seluruh kemenangan ). Umar mengajarkan pada kaum muslim untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat dan ia merupakan orang yang berjasa dalam perluasan Islam hingga ke Syam, Mesir, Persia dan Rumawi.
Setelah wafatnya Umar Ibnul Khataf terdapat daerah yang di huni oleh kaum yang durjana terhadap pemerintahan islam, contohnya daerah Khurasan dan Iskandariah. Maka itu Usman Ibnu ’Affan Ibnu Abil Ash ibnu Umaiyah yang diangkat menjadi Khaliffah sesudah Umar mengemban tugas untuk menumpas kedurjanaan tersebut dan atas Ridho Allah misi yang dilaksanakannya berhasil. Pada masa Usman terjadi pemberontakan yang dilakukan Abdullah Ibnu Saba’ yang merupakan seorang Yahudi yang dengan jujurnya mengungkapkan kalau selama ini ia tidak tulus memeluk islam. Pemberontakan yang terjadi pada masa itu menimbulkan huru hara, setegar apapun Usman berusaha untuk menegakan islam ternyata nyawanya pun tamat. Saat beliau sedang menegakkan islam itu sendiri ( beliau mati syahid, saat sedang membaca Al-Quran dibunuh oleh para pemberontak islam dan pada masa itu banyak pula para pemuda muslim yang menjadi korban pemberontak ajaran Allah ).
Kekhaliffahan di muka bumi ini sesudah Usman Ibnu ’Affan di jabat oleh Ali ibnu Abi Thalib Ibnu Abdil Mutthalib yang merupakan sepupu Rasulullah yang menjadi suami putri Beliau yaitu Fatimah. Ali merupakan sosok yang saleh, adil, bersih, toleransi, berilmu, dan terkenal. Sehingga sudah tidak diragukan lagi kemampuan Ali apalagi sejak zaman pemilihan Khaliffah pertama hingga di zaman Usman, Ali selalu masuk dalam nominasi. Namun Kekhaliffahannya tidak disukai oleh Bani Hasyim yang juga menginginkan kedudukan sebagai Khaliffah. Kaum Quraisy yang tidak menyukai Kekhaliffahan Ali semata hanya karena iri akan sosok Ali yang merupakan muslim yang baik. Ia selalu menegakkan ajaran agama islam, harta dan uangnya selalu diberikan pada fakir miskin dan baitul mall. Pada masa kepemimpinannya Ali mendapat tantangan dari orang-orang yang bersatu untuk menentang segala bentuk kebaikan Ali dan ajaran agama islam yang dianutnya. Ali merupakan sosok yang bergelar Amirul Mukminin ( pemimpin orang-orang beriman ), semua yang dilakukannya demi menegakan islam selalu dilandasi atas cinta dan kebijaksanaan.
Begitulah kiranya gambaran dari kepemimpinan yang dilakukan para khaliffah-khaliffah dimuka bumi ini. Sepeninggalan nabi ajaran agama islam masih dapat tersiar ke seluruh penjuru dunia berkat adanya para khaliffah. Walau apapun rintangannya, Dan dalam hal ini peran khaliffah sangatlah besar dan tanpa adanya kepemimpinan mereka di muka bumi ini maka belum tentu umat manusia ( muslimin ) bisa hidup terarah seperti sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar