Kamis, 05 Agustus 2010

^THE KITE RUNNER”

NAMA : MERLINA AGUSTINA ORLLANDA 180310080026

^THE KITE RUNNER”
Menurut pendapat saya, Khaled Hosseini merupakan penulis yang amat energig hingga Beliau mampu menampilkan karyanya “ The Kite runner”. Setelah membaca The Kite runner hati saya seolah tergugah, secara tidak langsung saya seolah mengalami peristiwa yang terdapat dalam cerita. Secara tidak langsung “The Kite Runner” telah membawa saya untuk menyaksikan Negara Afganistan, serta keadaan dan peristiwa yang terjadi disana, padahal saya sama sekali belum pernah ke negeri tersebut. Tapi saya benar-benar merasa miris dan seolah ikut menjalani peristiwa yang ada di tengah kekacauan tersebut. Di dalam “ The Kite runner” saya memperoleh banyak inspirasi. Karena di dalam Novel tersebut berisikan banyak unsur yang mendukung aspek kehidupan, dimana Khaled Hosseini menceritakan mengenai hubungan persahabatan yang terjalin antara Amir dan Hasan sejak kecil, tentang bagaimana rasa sayang dan bangga seorang anak mengagumi sosok sang ayah ( antara Amir dan Baba), adanya hubungan persaudaraan yang erat antara Baba, Ali, dan Rahim Khan, dimana kesetiaan dari persahabatan itu dibawa sampai mereka mengakhiri hayatnya. Selain itu Khaled Hosseini juga menyajikan tentang bagaimana Ali menerima kekurangan yang dimiliki Soraya saat ia mengungkapkan masa lalu nya yang kelam, diamnya Hasan dalam ketertindasan yang kemudian diam yang dimilikinya akhirnya mampu membawa kemenangan, gambaran mengenai bagaimana penghianatan itu menuntut pertanggungjawaban, dan yang terpenting adalah pengakuan seseorang yang bersalah atas kesalahannya serta adanya keinginan untuk menebus kesalahan itu. The Kite Runner mengisahkan masalah kehidupan yang di hadapi insan manusia dengan latar keadaan suatu Negara yang kacau, dimana rasa kesukuan telah menjadikan jarak antar sesama, dimana rasa kemanusiaan dan penghormatan terhadap wanita dan anak-anak sulit untuk ditegakkan. Didalam menjalani kehidupan tak semuanya berjalan dengan mulus. Manusia punya rencana dan keinginan tapi akhirnya Tuhan jua lah yang menentukan. Dari kisah The Kite runner” bisa dilihat kalau Amir dan Hasan tidak pernah punya rencana untuk terlahir sebagai seorang yang lahir sebagai suku yang berbeda, sebagai tuan dan anak pelayan, hingga kebenaran pahit yang menyatakan bahwa mereka adalah saudara. Begitu juga dengan Baba tak pernah terpikir dalam hidupnya kalau ia akan melakukan suatu kesalahan, dan Ali pun tidak pernah berpikir kalau ia akan selalu hidup sebagai bayang-bayang Baba, hingga takdir harus menyatakan bahwa istrinya dan Baba melakukan kesalahan yang kemudian hari ditanggung olehnya. Namun begitulah hidup tak selamanya kejujuran itu ada, terkadang kebohongan menjadi bagian terpenting dari kehidupan, dan masa lalu selamanya tak akan pernah bisa terhapus dan dihilangkan. Dengan melihat fenomena yang ada di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, bahwa rasa kesukuaan telah membudidaya sejak dulu, adanya tindakan anarkis, pelanggaran Ham yang ada, serta aspek kemunafikan yang ada. Dimana saya sebagai warga Negara Indonesia melihat adanya ketidaksejahteraan rakyat, kelaparan dan kemiskinan yang membudidaya, serta pelanggaran norma yang ada yang di negeri ini. Kita hanya bisa menjadi penonton yang membiarkan bangsa ini hidup ditengah kebohongan belaka, secara tidak langsung kisah dan keadaan Afganistan telah memberikan refleksi dan gambaran tentang apa yang terjadi di negeri ini. Kisah Amir dan Hasan di harap mampu untuk menggugah dan membuka nurani kita untuk mengukuhkan rasa persaudaraan hingga jarak yang ada bisa terhapus. Kisah ini juga mengajari kita untuk mengakui kekurangan yang ada pada diri kita dan yang terpenting adalah penanaman rasa tanggung jawab yang menunjukan bahwa kita adalah orang yang berani dan berjiwa besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar